Blog SABDA
11Apr/220

Kelas Pemuridan dengan Baca Buku (PBB) dengan Buku Experiencing God

Membaca buku selalu membuat saya bersemangat, terutama buku-buku yang dipakai Tuhan untuk membina dan memperlengkapi anak-anak Tuhan. Demikian juga buku Experiencing God (EG) yang ditulis oleh Henry Blackaby. Saat membaca buku ini, hati saya seperti terangkat karena mendengar kerinduan Tuhan dan merasakan keinginan Dia untuk berelasi dengan anak-anak-Nya. Sesudah mulai membaca halaman demi halaman, susah untuk berhenti … (salah satu tanda buku yang baik).

Tuhan membuka jalan saat pengurus SABDA membuat rencana kuartal I dengan mengadakan zoominar seri GoGOD!. “Wow … kok pas banget”, kata saya. Maka, singkat cerita, saya pun mengajukan diri untuk membawakan salah satu seri GoGOD! ini, yaitu Experiencing God. Pada saat yang sama, saya juga mengajukan usul ke penanggung jawab Klub Baca Buku SABDA (KBBS) untuk membuka kelas “Pemuridan dengan Baca Buku (PBB)” dan memakai buku EG ini sebagai buku pertama untuk didiskusikan.

Puji Tuhan, Teman-teman mendukung diadakannya kelas PBB. Jadi, mulailah dipromosikan dan hasil akhirnya ada 13 orang yang mendaftar. Kelas PBB membutuhkan komitmen tinggi dari pesertanya karena selama 1 bulan, mereka akan mendiskusikan buku EG, 1 Bab setiap hari. Btw, buku EG memiliki 26 Bab dan platform yang dipakai untuk berdiskusi adalah grup WA.

Saya menolong grup ini dengan menjadi fasilitator dan tugas saya adalah memosting pertanyaan di grup WA setiap hari, sesuai dengan tema yang sedang dibahas. Pertanyaan dibagi menjadi 3 bagian: “Kisahku”, “Masalahku”, dan “Tolonglah Aku”. Puji Tuhan, dari 12 peserta yang mengikuti PBB, ada 10 orang yang bertahan sampai akhir. Mereka adalah: Ibu Lily, Pak Suratman, Ibu Riana, Ibu Evie, Ibu Santi, Ibu Lucianna, Pak Hardi, Pak Bobby, Ibu Trivena, dan Sdri. There.

Struktur buku EG dibuat untuk menjelaskan tentang 7 Realitas Mengalami Allah. Melalui kelas PBB ini, kami semua mendapat banyak berkat dan bertumbuh dalam pengenalan yang jelas bahwa Allah rindu berelasi dengan anak-anak-Nya, dan Allah terus bekerja hingga saat ini dengan mengundang kita bekerja dalam pekerjaan-Nya yang luar biasa. Saya secara pribadi serasa dibangunkan dari mimpi karena selama ini menganggap bahwa Allah hanya bekerja dalam hal-hal yang besar dan spektakuler, padahal dalam setiap langkah hidup kita (besar atau kecil) Allah selalu bekerja dan menuntun saya. Terima kasih kepada teman-teman PBB karena telah mau membuka diri berbagi hidup selama 1 bulan dengan seluruh peserta lain. Semoga tidak sampai di sini saja ya. Mari kita terus membangun relasi dengan Allah dan bertumbuh untuk bekerja dalam pekerjaan-Nya.

Yulia

Tentang Yulia

Yulia Oeniyati telah menulis 21 artikel di blog ini..

Cetak tulisan ini Cetak tulisan ini
Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

Connect with Facebook

No trackbacks yet.